Fakta-fakta Viral Surat Perobohan Masjid di Banyumas yang Berujung Klarifikasi dan Permohonan Maaf

Fakta-fakta Viral Surat Perobohan Masjid di Banyumas yang Berujung Klarifikasi dan Permohonan MaafTRIBUNNEWS.COM - Belum lama ini, warganet dihebohkan dengan beredarnya surat pemberitahuan perobohan masjid di sebuah desa di Kabupaten Bayumas, Jawa Tengah.

Surat ini berkop TA'MIR MASJID ALMUBAROK yang beralamat di Dusun Rancabanteng RT 01/VII, Desa Klapa Gading, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas

Sedangkan hal dalam surat tersebut bermaksud untuk memberitahukan pembongkaran dan perobohan Masjid Al-Mubarok.


Untuk mengetahui kelengkapan dari kejadian tersebut, berikut Tribunnews sajikan fakta-fakta surat perobohan masjid di Banyumas yang viral dan berujung klarifikasi permohonan maaf:

1. Viral di Media Sosial

Berdasarkan hasil penelusuran yang telah dilakukan, foto surat tersebut beredar luas.

2. Isi Surat

Viral Beredar Surat Perobohan Masjid di Banyumas karena Tak Digunakan Ibadah Akibat Pandemi Covid-19
Fisik surat yang beredar di media sosial (https://twitter.com/PolJokesID)


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fakta-fakta Viral Surat Perobohan Masjid di Banyumas yang Berujung Klarifikasi dan Permohonan Maaf, https://www.tribunnews.com/regional/2020/05/02/fakta-fakta-viral-surat-perobohan-masjid-di-banyumas-yang-berujung-klarifikasi-dan-permohonan-maaf.
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Pravitri Retno WidyastutiTRIBUNNEWS.COM - Belum lama ini, warganet dihebohkan dengan beredarnya surat pemberitahuan perobohan masjid di sebuah desa di Kabupaten Bayumas, Jawa Tengah.

Surat ini berkop TA'MIR MASJID ALMUBAROK yang beralamat di Dusun Rancabanteng RT 01/VII, Desa Klapa Gading, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas

Sedangkan hal dalam surat tersebut bermaksud untuk memberitahukan pembongkaran dan perobohan Masjid Al-Mubarok.


Untuk mengetahui kelengkapan dari kejadian tersebut, berikut Tribunnews sajikan fakta-fakta surat perobohan masjid di Banyumas yang viral dan berujung klarifikasi permohonan maaf:

Baca: Mendadak Viral, 5 Orang Punya Wajah Mirip Artis Indonesia, Ada Luna Maya hingga Ariel Noah

1. Viral di Media Sosial

Berdasarkan hasil penelusuran yang telah dilakukan, foto surat tersebut beredar luas.

2. Isi Surat

Viral Beredar Surat Perobohan Masjid di Banyumas karena Tak Digunakan Ibadah Akibat Pandemi Covid-19
Nomor: 003/TMA/IV/2020

Lampiran: 1 Exp
Hal: Pemberitahuan Pembongkaran dan Perobohan Masjid Almubarok

Kepada Yth.
1. Bupati Banyumas
2. Bapak Camat Wangon
3. Kapolsek Wangon
4. Komandan Koramil Wangon
5. Kepala Desa Klapagading Kulon



Di tempat

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Menimbang Keputusan Bupati Bayumas No. 440/514/2020 terkait pelaksanaan ibadah di masa pandemi Covid-19, dan surat pemberitahuan dari pemerintahan Kecamatan Wangon No.400/259/2020, mengenai seruan agar umat Islam melakukan ibadah wailb maupun sunnah di rumah, seruan agar tidak melaksanakan shalat jumat dan menggantinya dengan shalat dzuhur di rumah, seruan untuk tidak melaksanakan shalat Iedul fitri di Masjid dan bahwa jika masih ditemukan kegiatan keagamaan sebagaimana tersebut di atas, maka akan dilakukan tindakan tegas sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

Berdasarkan perihal di atas, maka kami Ta'mir Masjid AlMubarok bersama Jamaah Masjid memutuskan hendak MEMBONGKAR dan MEROBOHKAN MASJID ALMUBAROK, karena sudah dibutuhkan lagi adanya masjid dl lingkungan kami. Semua aktivitas ibadah sudah dilakukan di rumah masing masing, Sehingga adalah hal mubazir/sia sia dengan adanya masjid yang masih berdiri tapi tidak di tempati untuk beribadah sebagaimana lazimnya.

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb

3. Keterangan pihak Dusun Rancabanteng
Saat dikonfirmasi Tribunnews, Jumat (01/05/2020), Kepala Dusun (Kadus) Racabanteng, Klapagading Kulon, Wangon, Banyumas, Jawa Tengah, Udin, membenarkan keberadaan surat tersebut.

Ia menjelaskan surat pemberitahuan pembongkaran dan perobohan Masjid Al-Mubarok sebagai bentuk kekecewaan.

"Kalau suratnya betul, tapi sudah diklarifikasi semalam, itu bentuk kekecewaan."


"Kata-kata perobohan atau pembongkaran itu sudah tidak ada, itu kata kiasan atau gertakan saja," katanya.

Udin menambahkan, terkait beredarnya surat ini, pihaknya tengah melakukan musyawarah dengan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompincam) Wangon.

"Sudah ditindaklanjuti, sudah dimusyawarahkan dengan camat," tandasnya.

Baca: Kisah Video Viral Bule Rusia Mengamen di Pasar Tradisional di Kota Mataram Sambil Gendong Bayi

4. Kata Camat Wangon

Hal senada juga diungkapkan oleh Camat Wangon, Rojingun.

Rojingun mengatakan rencana tersebut tidak jadi dilakukan karena hal itu hanyalah bentuk menggertak saja.

"Wong itu hanya menggertak saja kok ternyata, tidak jadi di bongkar."